Search

+
Webinar IATalk: IATalk #1 dan IATalk #2

Masa pandemi tidak menyurutkan semangat IATL untuk terus berkarya dan berdampak bagi masyarakat luas, khususnya mahasiswa. Bertepatan dengan kehadiran bulan suci Ramadhan 2020, IATL ITB melalui Program Kuliah dan Diskusi IATL ITB bekerjasama dengan Ikatan Mahasiswa Teknik Lingkungan Indonesia (IMTLI), Himpunan Mahasiswa Teknik Lingkungan ITB (HMTL ITB), dan Keluarga Mahasiswa Rekayasa Infrasruktur Lingkungan ITB (KMIL ITB) untuk menyelenggarakan IATalk. IATalk merupakan platform dimana peserta dapat mengikuti seminar dan workshop yang diisi oleh curated experts and practitioners. IATalk sudah berdiri sejak tahun 2019 namun rangkaian acara pertama baru dapat terselenggara pada tanggal 9 Mei 2020 dan 16 Mei 2020.


IATalk #1 [ Penerapan Critical Thinking oleh Mahasiswa dalam Menyelesaikan Isu Lingkungan]

IATalk #1 mengundang Andytha F. Utami atau yang biasa disapa Afu untuk bercerita seputar penerapan critical thinking oleh mahasiswa dalam menyelesaikan isu lingkungan. Afu yang sekarang bekerja sebagai praktisi di bidang isu lingkungan menjelaskan bahwa berpikir kritis adalah bagaimana kita bisa mengontrol informasi yang masuk ke otak, serta mengolah kebenaran dari informasi tersebut agar bisa memberikan reaksi yang tepat. Hal ini menjadi sangat penting di bidang isu lingkungan karena karena sebagai contoh berdasarkan laporan IPCC, kita hanya memiliki 10 tahun lagi untuk mengubah pembangunan yang intensif karbon menjadi pembangunan rendah karbon. Selain itu, Afu memberikan penjelasan mengenai jebakan berpikir dan berpikir kritis, serta isu lingkungan seperti krisis iklim dan kebakaran hutan.


IATalk #2 [ How to Set Career Plan and Prepare for Success at Work]

IATaLk #2 mengundang Ritchie Goenawan atau yang biasa disapa Ritchie untuk membagikan pengalamannya terkait langkah dalam menentukan career plan beserta strategi agar dapat selalu mengaktualisasi diri di lingkungan kerja. Menurut Ritchie, tidak ada rumus pasti dalam menentukan pilihan pekerjaan yang sempurna. Beliau menekankan bahwa penting bagi kita untuk menentukan arah hidup sedari dini, yang tidak harus berupa satu opsi namun terdiri dari beberapa pilihan. Saat ditanyai mengenai porsi antara softskill dan hardskill yang harus dimiliki seseorang agar dapat diterima di dunia kerja, beliau menjawab bahwa keduanya sama-sama penting. Softskill pada umumnya menjadi faktor penentu bila kita bersanding dengan kandidat lain dengan CV serupa. Softskill ini semakin penting ketika seringkali kita mendapatkan pekerjaan melalui jejaring dengan relasi maupun alumni. Perlu diingat bahwa kita tidak perlu takut untuk mencoba saat kita masih di usia muda. Hal ini berlaku baik saat melakukan interview atau selalu proaktif di lingkungan kerja. Beliau membagikan pengalamannya saat melakukan ratusan interview dengan perusahaan dengan latar belakang berbeda demi melatih kemampuannya saat berhadapan dengan interviewer perusahaan impiannya. Last but not least, beliau berpesan bahwa kita tidak boleh lupa untuk bahagia dalam segala hal yang kita kerjakan. Rasa bahagia dalam melakukan pekerjaan inilah yang akan membuat kita senantiasa mengembangkan potensi yang terdapat dalam pribadi masing-masing.


IATaLk #1 dan #2 dapat disaksikan di akun Youtube IATL ITB atau melalui link bit.ly/streamingIATALK1 dan bit.ly/streamingIATALK2


Dokumentasi IATalk:

IATalk #1

IATalk #2

Posted in: Berita

Comments (No Responses )

No comments yet.

Tinggalkan Balasan